Daerah

Pemkab Kotim Siapkan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk Elektrifikasi Sentra Perikanan

Avatar of Ahmad Azzam
255
×

Pemkab Kotim Siapkan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk Elektrifikasi Sentra Perikanan

Sebarkan artikel ini
Pemkab Kotim Siapkan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk Elektrifikasi Sentra Perikanan

Betang.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Perikanan, mengalokasikan dana sebesar Rp1,3 miliar untuk proyek elektrifikasi di sentra perikanan lokal. Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, menyatakan bahwa anggaran tersebut telah dimasukkan dalam APBD 2024.

Proyek ini akan melibatkan pemasangan listrik di Desa Sei Ijum Raya, yang saat ini menjadi lokasi pabrik pakan ikan. Menurut Oboi, kebutuhan daya listrik di kawasan tersebut semakin meningkat seiring dengan pengembangan sentra perikanan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Kawasan ini akan dijadikan pusat kegiatan perikanan, dan saat ini, kita telah memiliki pabrik pakan ikan. Selanjutnya, kami juga berencana membangun pabrik es untuk mendukung kebutuhan nelayan dan pembudidaya ikan, serta stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN),” jelas Oboi.

Oboi menjelaskan bahwa kawasan tersebut membutuhkan pasokan listrik yang lebih kuat, dan karena kapasitas listrik saat ini tidak mencukupi, pihaknya memutuskan untuk membuat jalur listrik sendiri dari Jalan HM Arsyad menuju sentra perikanan. Hal ini dianggap sebagai langkah penting, mengingat listrik menjadi kebutuhan krusial untuk operasional pabrik pakan ikan, pabrik es, dan SPBN.

Perkiraan kebutuhan daya listrik untuk proyek-proyek ini adalah 4.500 VA untuk SPBN, 33.000 VA untuk pabrik pakan ikan, dan sekitar 26.850 Watt atau 380 Vac untuk pabrik es dengan kapasitas produksi 5 ton es balok.

Pembangunan sentra perikanan ini merupakan respons Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terhadap aspirasi masyarakat, terutama nelayan dan pembudidaya ikan. Beberapa kendala yang kerap dihadapi oleh mereka, antara lain sulitnya mencari es, harga pakan ikan yang tinggi, dan kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Dengan berdirinya pabrik pakan ikan, pabrik es, dan SPBN, diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Pemerintah daerah juga telah memberikan subsidi bagi nelayan yang membeli bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), namun masih terdapat keterbatasan jumlah subsidi yang seringkali tidak mencukupi kebutuhan nelayan.

“Kami berharap proyek ini dapat memberikan solusi atas kendala-kendala yang dihadapi nelayan dan pembudidaya ikan,” tambah Oboi.