Daerah

Pasokan Pangan Murah, Dishanpang Kalteng Berupaya Kendalikan Inflasi di Sampit

Avatar of Ahmad Azzam
370
×

Pasokan Pangan Murah, Dishanpang Kalteng Berupaya Kendalikan Inflasi di Sampit

Sebarkan artikel ini
Pasokan Pangan Murah, Dishanpang Kalteng Berupaya Kendalikan Inflasi di Sampit

Betang.id – Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpang) Provinsi Kalimantan Tengah kembali bergerak aktif untuk membantu mengendalikan tingkat inflasi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Langkah ini dilakukan dengan menyuplai bahan pangan murah kepada masyarakat setempat. Kepala Dishanpang Kalimantan Tengah, Riza Rahmadi, mengungkapkan bahwa inisiatif ini dilaksanakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas harga bahan pangan, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Tujuannya jelas, yakni mengendalikan inflasi di Sampit.

Pada hari Rabu, Dishanpang Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di area Pasar Rakyat Mentaya Sampit. Dalam kegiatan ini, berbagai bahan pangan ditawarkan dengan harga terjangkau, seperti beras premium 5 kg seharga Rp60.000, beras SPHP 5 kg seharga Rp55.000, gula pasir 1 kg seharga Rp16.500, minyak goreng kemasan satu liter seharga Rp15.000, bawang merah 1 kg seharga Rp30.000, bawang putih 1 kg seharga Rp30.000, dan telur ayam ras seharga Rp55.000 per set. Selain itu, juga tersedia sayur-sayuran segar dan ikan segar.

Dalam pelaksanaannya, berbagai komoditas berhasil tersalurkan, termasuk beras premium sebanyak 4 ton, beras SPHP 4 ton, gula pasir 500 kg, bawang merah 100 kg, bawang putih 100 kg, minyak goreng sebanyak 700 liter, telur ayam ras sebanyak 250 tray, dan ikan patin sebanyak 200 kg. Riza Rahmadi berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat efektif mengendalikan harga pangan di Sampit, sehingga mencegah lonjakan harga bahan pangan dan mengurangi risiko inflasi.

Dishanpang Kalimantan Tengah juga menekankan pentingnya stabilisasi harga beras, khususnya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Riza Rahmadi mendorong agar program ini disosialisasikan secara masif, sehingga masyarakat mengetahui bahwa pemerintah, melalui Badan Urusan Logistik (Bulog), telah menyediakan beras berkualitas dengan harga terjangkau. “Pemerintah kabupaten juga diminta berperan aktif dalam sosialisasi, karena program beras SPHP ini dirancang untuk membantu masyarakat. Dampak positif lainnya adalah diharapkan dapat terus menekan angka inflasi, terutama yang dipicu oleh kenaikan harga beras,” ujar Riza Rahmadi.

Di sisi lain, Gerakan Pangan Murah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Mereka menunjukkan antusiasme dan merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan sehari-hari. “Harganya lebih terjangkau dibandingkan dengan harga pasaran, sehingga inisiatif ini sangat membantu. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat diadakan secara rutin, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Aida, salah seorang warga Sampit.