Internasional

Israel Menegaskan Tidak Akan Mengizinkan Pembentukan Negara Palestina

Avatar of Candra Wahyuda
1249
×

Israel Menegaskan Tidak Akan Mengizinkan Pembentukan Negara Palestina

Sebarkan artikel ini
Israel Menegaskan Tidak Akan Mengizinkan Pembentukan Negara Palestina

Betang.id – Pada Selasa (13 Desember 2023), seorang menteri kabinet Israel dengan tegas menyatakan bahwa Israel tidak akan mengizinkan pembentukan negara Palestina. Pernyataan ini datang setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, memberikan peringatan terkait dukungan global terhadap bombardemen yang dilakukan oleh Israel di Gaza.

Menteri Komunikasi Israel, Shlomo Karhi, menyampaikan rasa hormat dan penghargaannya kepada Presiden AS Joe Biden atas upayanya selama periode sulit di Negara Israel. Meski mengakui persahabatan sejati, Karhi menegaskan bahwa Israel merupakan tanah leluhur mereka, dan mereka tidak akan membiarkan pendirian negara lain di antara Yordania dan Laut Mediterania.

Karhi juga menolak solusi ‘dua negara’ yang mengusulkan pendirian negara Palestina merdeka dan koeksistensi dengan Israel di wilayah yang sama. “Tidak akan ada negara Palestina di sini. Kami tidak akan pernah membiarkan negara lain didirikan di antara Yordania dan laut (Mediterania),” tegas Karhi.

Pernyataan ini muncul setelah Biden menyarankan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengubah pemerintahannya, yang disebutnya sebagai “pemerintahan paling konservatif” dalam sejarah Israel. Menteri Komunikasi Israel menegaskan bahwa mereka tidak akan kembali ke Perjanjian Oslo, sebuah kesepakatan pada tahun 1990-an antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang merinci proses perdamaian melalui solusi dua negara.

“Seperti yang dikatakan Presiden Biden, ‘Keamanan orang-orang Yahudi dipertaruhkan di sini.’ Tentu saja ya. Negara Palestina akan membahayakan keamanan tersebut,” tambah Karhi.

Meskipun Netanyahu mengakui perbedaan pendapat dengan Biden mengenai Jalur Gaza “pasca-Hamas”, ia menegaskan bahwa Israel tidak akan mengulangi kesalahan Perjanjian Oslo. Netanyahu menentang upaya AS untuk memberikan Otoritas Palestina kendali atas Jalur Gaza setelah berakhirnya konflik Israel di wilayah tersebut.