Internasional

Israel Memperkuat Aksi Militer Di Khan Younis

Avatar of Candra Wahyuda
355
×

Israel Memperkuat Aksi Militer Di Khan Younis

Sebarkan artikel ini

WHO Menggambarkan Situasi Memburuk Dari Waktu Ke Waktu

Israel Memperkuat Aksi Militer Di Khan Younis

Betang.id – Pada pagi Selasa (5/12/2023) waktu setempat, Israel kembali memperkuat serangan militer di Khan Younis, kota terbesar kedua di Gaza. Serangan ini menimbulkan korban yang signifikan, dengan puluhan orang terluka dan 43 jenazah tiba di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis pada pagi hari.

Ambulans dan kendaraan pribadi bergegas menuju rumah sakit membawa korban-korban serangan Israel. Suasana di luar unit gawat darurat menjadi tegang, dengan keluhan mengenai ketidakmampuan Palang Merah dan PBB dalam menangani situasi darurat.

Richard Peeperkorn, perwakilan WHO di wilayah Palestina yang diduduki, mengungkapkan keprihatinan melalui tautan video dari Gaza. Ia menyatakan, “Situasinya semakin buruk dari waktu ke waktu,” sambil menjelaskan bahwa pemboman intensif terjadi di berbagai wilayah, termasuk Khan Younis dan Rafah.

Foto satelit yang diambil pada hari Minggu menunjukkan berkumpulnya tank dan pasukan Israel di luar Khan Younis, dengan sekitar 150 tank terlihat kurang dari 6 kilometer utara pusat kota. Pengeboman terus-menerus pada Senin malam menyinari langit kota, meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Mohammed Aghaalkurdi, seorang pekerja bantuan di kelompok Bantuan Medis untuk Palestina, menggambarkan bahwa lingkungan dan tempat penampungan menjadi kosong karena warga melarikan diri. Meskipun militer Israel melemparkan selebaran memerintahkan masyarakat untuk pergi ke selatan menuju perbatasan dengan Mesir, kenyataannya mereka tidak dapat meninggalkan Gaza karena Mesir menolak menerima pengungsi.

Pada Senin malam, terjadi pemadaman komunikasi luas di seluruh Gaza, memperumit upaya penyelamatan. Meskipun komunikasi berhasil dipulihkan beberapa jam kemudian, hal ini menambah kesulitan bagi penduduk yang sudah dalam kondisi sulit.

Media Israel melaporkan pertempuran sengit antara pasukan Israel dan militan Hamas di Gaza utara, terutama di kamp pengungsi Jabaliya dan distrik Shijaiya di Kota Gaza. Pertempuran dan pemboman telah menjadi pemandangan umum dalam beberapa minggu terakhir di wilayah tersebut.

Dengan intensifikasi serangan di Khan Younis, yang menjadi rumah bagi lebih dari 400.000 orang sebelum perang, keadaan kemanusiaan semakin memprihatinkan. Warga Gaza merasa terkepung dan tidak memiliki tempat yang aman, sementara upaya untuk meninggalkan wilayah tersebut dihambat oleh pembatasan Israel dan penolakan Mesir terhadap pengungsi.

Sebagai tambahan informasi, berikut adalah penjelasan singkat mengenai lima kegubernuran di Jalur Gaza:

1. Gaza Utara

Terbentang sepanjang 10 km, memiliki penyeberangan ke Israel melalui Beit Hanoon (Erez), dan menjadi rumah bagi kamp pengungsi Jabalia.

2. Kota Gaza

Kota terbesar dan terpadat di Jalur Gaza dengan lebih dari 750.000 penduduk. Terdapat beberapa lingkungan terkenal seperti Remal, Shujayea, dan Tal al-Hawa.

3. Deir el-Balah

Merupakan produsen pertanian terbesar di Gaza dan memiliki empat kamp pengungsi, termasuk Nuseirat, Bureij, Maghazi, dan Deir el-Balah.

4. Khan Younis

Rumah bagi sekitar 430.000 orang, dengan pusatnya berada di kamp pengungsi Khan Younis yang menampung sekitar 90.000 orang.

5. Rafah

Distrik paling selatan dengan populasi sekitar 275.000 jiwa, dan merupakan persimpangan Gaza dengan Mesir.