Ekobis

Dampak Pasokan Terbatas: Harga Ikan di Sampit Terus Meningkat Sejak Awal Desember

Avatar of admin
609
×

Dampak Pasokan Terbatas: Harga Ikan di Sampit Terus Meningkat Sejak Awal Desember

Sebarkan artikel ini
Dampak Pasokan Terbatas: Harga Ikan di Sampit Terus Meningkat Sejak Awal Desember

Betang.id – Sejak permulaan bulan Desember 2023, terjadi peningkatan harga ikan di Pasar Ikan Mentaya (PIM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kenaikan ini dipicu oleh minimnya pasokan yang memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar tersebut.

Salah seorang pedagang ikan di PIM Sampit, Asep Iwan, mengungkapkan bahwa sejak awal bulan, harga ikan mulai menanjak, sementara pembeli cenderung sepi dibandingkan dengan hari-hari biasa. Menurut Asep, beberapa faktor menjadi penyebab kenaikan harga ikan, termasuk kurangnya hasil tangkapan ikan dari para nelayan.

Selain itu, momentum libur tahun baru juga dianggap berdampak, karena banyak orang memilih untuk berlibur bersama keluarga, termasuk para nelayan dan pembudidaya ikan air tawar. Asep mencatat bahwa faktor ekonomi juga turut berperan, dan jika pasokan sedikit, harga akan naik secara otomatis.

Asep menuturkan bahwa hampir semua jenis ikan mengalami kenaikan harga, baik ikan laut maupun ikan air tawar. Meskipun selisih kenaikan harga tidak terlalu tinggi, berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram.

Beberapa jenis ikan laut yang mengalami kenaikan harga antara lain, ikan kakap merah dan tenggiri dari Rp75.000 menjadi Rp80.000 per kilogram, kerapu dari Rp55.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, ikan air tawar seperti ikan nila dari Rp40.000 – Rp45.000 menjadi Rp48.000 per kilogram, patin dari Rp22.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, dan jelawat dari Rp55.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

Pasokan ikan berasal dari nelayan lokal sebagian, dan ada pula yang datang dari luar daerah, seperti Banjarmasin. Bahkan, sebagian pasokan berasal dari luar pulau, seperti kakap merah yang dipasok dari nelayan Masalembu.

Asep mengakui bahwa ia tidak dapat memprediksi hingga kapan kondisi harga seperti ini akan berlangsung. Sebagai seorang pedagang, ia berharap agar pasokan dan harga ikan dapat kembali normal, karena kondisi ini berdampak pada penurunan omzet penjualan.

“Mudah-mudahan cepat normal lagi, karena kalau harga naik berdampak pada daya beli warga, otomatis juga berdampak ke omzet,” ujar Asep.

Selain harga ikan, berdasarkan pemantauan di lapangan, harga ayam potong di PIM Sampit juga masih tinggi, yaitu sekitar Rp50.000 per kilogram. Seorang pedagang ayam potong, Lily, menyatakan bahwa kondisi harga yang tinggi ini diperkirakan akan bertahan hingga awal tahun 2024.

“Harganya masih bertahan Rp50.000, padahal normalnya Rp30.000 – Rp35.000. Kemungkinan kondisi seperti ini akan berlangsung sampai awal tahun depan,” kata Lily.